Poskotapetir.my.id – Riyadh/Washington – Konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah kian memanas setelah serangan terbaru Iran menghantam pangkalan militer di Arab Saudi. Serangan yang melibatkan rudal balistik dan drone tersebut menyebabkan korban luka di pihak militer Amerika Serikat terus bertambah hingga melampaui 300 orang.
Serangan terbaru dilaporkan menargetkan Pangkalan Udara Prince Sultan di Arab Saudi pada Jumat (27/3/2026) waktu setempat. Dalam insiden ini, sedikitnya 10 hingga 15 personel militer AS mengalami luka-luka, dengan beberapa di antaranya dalam kondisi serius.
Pejabat militer AS menyebutkan bahwa serangan dilakukan menggunakan kombinasi rudal dan puluhan drone yang berhasil menembus sebagian sistem pertahanan udara. Selain menimbulkan korban, serangan juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah aset militer, termasuk pesawat pengisian bahan bakar di pangkalan tersebut.
Secara akumulatif, sejak konflik dimulai pada akhir Februari 2026, jumlah tentara AS yang terluka kini telah melampaui angka 300 orang. Sebagian besar korban telah kembali bertugas, namun sejumlah lainnya masih menjalani perawatan intensif.
Selain korban luka, tercatat sedikitnya 13 personel militer AS tewas dalam rangkaian konflik yang terus berlangsung selama lebih dari satu bulan terakhir.
Eskalasi ini menunjukkan bahwa Iran masih memiliki kemampuan ofensif yang signifikan, meskipun sebelumnya Amerika Serikat dan sekutunya telah melancarkan ribuan serangan terhadap target-target di wilayah Iran.
Sebagai respons, militer AS dilaporkan terus memperkuat kehadirannya di kawasan Timur Tengah dengan mengirim tambahan pasukan, kapal perang, serta kelompok tempur kapal induk guna mengantisipasi potensi serangan lanjutan.
Situasi ini memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan, terutama dengan meningkatnya intensitas serangan lintas negara serta potensi keterlibatan lebih banyak pihak dalam perang yang masih berlangsung tersebut.
(Heri)






